HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Bank Sampah Di Tanah Sareal Kota Bogor

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Sabtu, 08 Maret 2014 | 08.27



Kota Bogor, potretbogornews.com - Bank Sampah Barakah Dadali RW.05 Kelurahan Tanah Sareal Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor mengelar kegiatan Bank Sampah Barakah RW.05 di Aula Masjid Al-Hikmah RW.05 Kelurahan Tanah Sareal Rabu (5/3).



Bank Sampah Barakah Dadali RW.05 didirikan atas kesadaran warga RW. 05 Kelurahan Tanah Sareal Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan merubah pola pikir masyarkat tentang sampah yang diketuai oleh Ibu Siti Aminah dengan bermodalkan awal iuran anggota.

Bank Sampah Barakah Dadali RW.05 strategi membangun kepedulian masyarakat dapat “berkawan” dengan sampah untuk mendapatkan manfat ekonomi langsung dari sampah. Serta memberikan pemahaman tentang pemilahan sampah 3R (Reduce, Reus, Recycle) yaitu, mencegah timbulnya sampah, mengulang-ulang sampah dan mendaur ulang sampah. 

Kegiatan bank sampah dihadiri oleh para ibu-ibu rumah tangga, dari Dinas Kebersihan, lingkungan hidup, kesehatan, dari Kelurahan Tanah Sareal, serta Kasubag Publikasi dan Dokumentasi pada bagian Humas Setdakot Bogor Rika Riana Risna Dewi. 

Pada kesempatan itu, Wakil Walikota Bogor terpilih Usmar Hariman ketika menghadiri acara tersebut menyampaikan, beberapa hal terkait dengan persoalan-persoalan Kota Bogor salah satunya persoalan dengan masalah sampah.

Sampah di Kota Bogor rata-rata perhari itu tidak lebih sekitar 2.700 meter kubik sampah dihasilkan baik itu dari sampah rumah tangga, pasar, pabrik, sampah toko dan lain sebagainya itu dikolektip disapu dibersihkan oleh pegawai Dinas kebersihan Kota Bogor.

Masalahnya adalah ternyata dari 2.700 meter kubik setiap hari itu, tidak lantas semuanya tidak terangkut ke Galuga yang berada di Kabupaten Bogor. jadi yang terangkut Cuma 70 persen, jadi ada 30 persen setiap hari sampah itu numpuk di Tempat Pembuangan Sampah- Tempat Pembuangan Sampah (TPS-TPS) selokan-selokan dibuang ke sungai ada yang dibakar kumasyarakat dan sebagainya itu yang 30 persen.

Setiap hari ada sampat tersebar 30 persen, kalau 30 persen dikalikan 2.700 hampir 700 meter kubik setiap hari numpuk dalam Kota tidak terangkut ke Galuga. Ini menjadi persoalan, masalah baik kita semua selain masalah yang 70 persen yang sudah terangkut ke Galuga itu menjadi persoalan tersendiri karena, Kota Bogor belum punya lahan untuk buang sampah sendiri dalam Kota.

Kita sudah mencoba menganggarkan dari sejak tahun 2005, 2007 sampai dengan 2009 terakhir 2010 mencoba membebaskan areal untuk pembuangan sampah dalam Kota.

Kita beli tanah kurang lebi 10,12 hektar Kelurahan Kayu Manis Kecamatan Tanah Sareal dengan anggaran kurang lebih 32 milyar, hanya ada persoalan disitu ternyata masyarakat masih menolak tidak mau ada truk sampah melalui wilayah Kayu Manis dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, maka kedepan sangat dibutuhkan bagaimana mengelola minimal yang 30 persen itu dengan upaya-upaya gerakan kemasyarakatan mengelola sampah dengan berbasis masyarakat, banyak program dilakukan, diamanatkan oleh pemerintah melalui Undang-undang lingkungan hidup Undang-Undang pengelolaan sampah dan lain 

sebagainya, yaitu persoalan dengan 3R jadi, bagaimana kita memilah, memilih, menggunakan bahan-bahan yang ada kita pisahkan mana yang organik dan yang non organik itu menjadi sampah yang berguna bagi masyarakat.

Upaya-upaya ini harus dikembangkan terus karena, ini akan menjadi andalan kita kedepan untuk mendapatkan Kota yang ramah lingkungan Kota yang bersih, sehat Kota yang betul-betul yang bisa menghias aktivitas masyarakat didalamnya. (Wan PB)
Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita