HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Penjaga WC Mampu Kuliahkan Anak

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Sabtu, 27 Juli 2013 | 22.53

Usaha keras sudah menjadi santapan sehari-hari Ny. Mariatun, 48, penjaga WC Umum di Pasar Burung Rawabunga, Jatinegara, Jakarta Timur. Maklum, selain sudah tidak ada suami, dia masih menanggung sekolah tiga anaknya yang salah satunya bahkan hampir selesai kuliah di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

“Saya sudah dua tahun ditinggal suami. Walau begitu saya harus meneruskan kehidupan ini dan menyekolahkan anak-anak,” katanya, kemarin. “Alhamdulillah berkah.”

Menurutnya, anak pertamanya yang sudah menikah dropout di semester enam. Dan karena itu anak keduanya ini ingin diperjuangkan untuk dapat meneruskan kuliahnya sampai selesai S1 di Fakultas Teknik UNJ. “Sekarang sudah semester tujuh, semoga tidak ada halangan apapun dan dia bisa menjadi sarjana,” ujarnya.

Sedangkan anak ketiganya, Niken kini di Pondok Pesantren. Sementara itu, yang bungsu Tito ikut neneknya sekolah di Purwodadi Jawa Tengah. “Semoga Allah memberi kesehatan dan kekuatan kepada kami,” ucapnya.

Selain menjaga toilet, Mariatun juga berdagang pakaian dan daging ayam beku. Atas usaha ayam beku ini dia mendapat pinjaman mesin pendingin dari Sudin Peternakan Jakarta Timur.

KETUA PSOYANDU

Kegiatan Mariatun seabrek-abrek. Wanita paruh baya ini ternyata juga pandai bergaul. Di lingkungannya, atas partisipasinya, dia dipercaya menjadi Wakil Ketua PKK RW dan Ketua Posyandu. Dia juga aktif menjadi relawan, yang selalu peduli kepada lingkungan, seperti menjadi kader jumantik.

“Orangnya suka menolong dan memberi informasi. Semoga Bazis Jakarta Timur berkenan membantu beliau,” kata Sofyan, warga yang juga Seksi Pelayanan Umum RW 01 Rawa Bunga.

Atas informasi inilah, kemudian Bazis Jakarta Timur, melakukan pengecekan. Apalagi, ada permohonan bantuan untuk biaya sekolah. Cross-chek inilah yang selalu dilakukan Bazis dalam menyalurkan dana amanah warga tersebut. “Kita akan cek dulu, semoga bisa dibantu untuk biaya anaknya sekolah,” kata Dwi Busara, Kepala Bazis Jakarta Timur.

Mariatun dengan pelan minta maaf karena harus meninggalkan “kantor”nya karena ada laporan warganya terjangkit demam berdarah. Ia memang aktif juga sebagai jumantik

Ia pun sering diundang ke pengajian PKK di kelurahan, kecamatan maupun ke Walikota Jakarta Timur. (chotim)
Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita