HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Pasar Plered Direlokasi Usai Lebaran

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Rabu, 10 Juli 2013 | 19.57

Purwakarta,PBC - Pasar Plered selalu padat saat aktifitas jual beli berlangsung, akibatnya jalan utama lalu lintas pun sering macet. Padahal, pada tahun ini pembangunan pasar Citeko mengganti pasar Plered lama sudah rampung dibangun. Namun, karena pedagang takut merugi mereka pun enggan pindah ke bangunan pasar baru.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Purwakarta H Dedi Mulyadi SH berencana setelah Hari Raya Idul Fitri akan dilakukan relokasi dari pasar Plered lama ke pasar Citeko. Sebelumnya, upaya untuk melakukan relokasi pasar sering tidak tuntas. Pembicaraan antara pedagang dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) kadang macet. Pasalnya, pedagang mengaku tidak ada jaminan setelah mereka pindah dagangan mereka akan laku sama seperti ketika di pasar lama. Hal itu mengakibatkan belum ada kata sepakat untuk pindah ke tempat baru, meski digratiskan.

"Setelah lebaran perkiraan akan dipindahkan ke Pasar Baru," tutur Dedi kepada Pasundan Ekspres Selasa (9/7) di Gedung DPRD.

Sementara salah seorang warga Plered, Ulis (22) mengatakan, kalau kemacetan di Plered sudah sering terjadi. Pada hari-hari biasa kemacetan terjadi di pertigaan pasar Plered menuju Cirata dan Desa Cibogo. Apalagi kondisinya diperparah dengan semakin banyaknya pedagang kaki lima yang membuka lapak di badan jalan tepat di pasar Plered.

Mereka kini sudah memiliki lapak semi permanen yang mengakibatkan ada pelebaran luas pasar. Belum lagi masih banyak kendaraan roda dua atau roda empat yang diparkir dekat dengan pasar Plered. Jalan utama penghubung Plered Cirata tersebut selalu padat meski pada hari-hari biasa.

"Hari biasa sudah macet, karena banyak kendaraan yang diparkir di samping jalan," ujarnya.

Lanjutnya, selain sudah sering macet pasar Plered pun masih terlihat kumuh. Saat musim hujan kondisi jalan becek dan berlumpur, sedangkan saat kemarau jalan selalu berdebu. Kondisi tersebut tidak pelak menjadi salah satu akibat dari rencana relokasi masih molor.

“Dari rencana awal yang sedianya dilakukan awal tahun, kini sudah pertengahan tahun relokasi belum terjadi,” ungkapnya.

Ikatan Warga Pasar (Iwapa) Pasar Plered, Zaenal Abidin sebelumnya menegaskan kalau para pedagang bersikukuh akan tetap bertahan di pasar lama. Sekitar 400 pedagang di Pasar Plered masih ragu untuk pindah ke pasar baru yang letaknya sedikit lebih jauh.

Hal tersebut, kata dia, menjadi permasalahan yang hampir mirip kejadiannya pada rencana relokasi Pasar Rebo dan Pasar Simpang. Harus ada penyelesaian alot antara pemerintah dan pedagang sebelum akhirnya deadlock. Sementara untuk pasar Simpang diperkirakan relokasi berjalan mulus dengan adanya dana stimulus sebesar Rp5 juta untuk pedagang tetap.

"Hampir sama dengan pasar Simpang, pedagang kemungkinan akan menolak rencana relokasi," pungkasnya.
Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita